DUMAI | RADARGEP.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai terus mengintensifkan upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Langkah ini dimatangkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi yang berlangsung di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Wali Kota Dumai Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi pelayanan persampahan yang melibatkan sinergi antara pemerintah, Lembaga Pengelola Sampah (LPS), dan warga.
Rakor tersebut mencakup wilayah empat kecamatan, yakni Dumai Timur, Dumai Barat, Dumai Selatan, dan Dumai Kota, dengan total 15 kelurahan. Selain Wali Kota Dumai, H. Paisal, hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai, Yuda Pratama Putra, serta Kabid PSLB3, John Kusuma Putra.
Ujung Tombak Kebersihan
Wali Kota Paisal dalam arahannya menekankan bahwa LPS harus berperan sebagai garda terdepan dalam pengelolaan sampah, mulai dari tahap pengumpulan hingga pengangkutan. Ia meminta adanya respons cepat terhadap hambatan yang terjadi di lapangan.
“Segera koordinasikan setiap kendala di lapangan, termasuk mengenai disiplin pembayaran iuran sampah,” tegas Paisal. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak mungkin dicapai pemerintah sendirian tanpa keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Evaluasi Sistemik
Dalam rapat tersebut, dilakukan pembahasan komprehensif mengenai kendala operasional, mulai dari sistem pengangkutan, kondisi Tempat Penampungan Sementara (TPS), hingga penegakan aturan larangan membuang sampah sembarangan.
Kepala DLH Kota Dumai, Yuda Pratama Putra, sependapat bahwa penanganan sampah memerlukan kolaborasi multi-pihak. “Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari tingkat RT dan kelurahan hingga kesadaran individu masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid PSLB3 DLH Dumai, John Kusuma Putra, menyebut bahwa evaluasi ini bertujuan agar sistem pengelolaan persampahan ke depan lebih efektif dan tepat sasaran. Ia berharap komunikasi antara pemerintah daerah, LPS, dan warga di lapangan semakin erat, sehingga persoalan sampah dapat tertangani dengan lebih cepat dan optimal.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif guna menampung aspirasi serta kendala teknis dari para pengurus RT dan LPS di tingkat kelurahan. Pemko Dumai menargetkan sinergi ini menjadi kunci terciptanya lingkungan Kota Dumai yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*/Adv)














