PEKANBARU | RADARGEP.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Penjara Indonesia Provinsi Riau melayangkan surat permohonan klarifikasi dan desakan investigasi kepada manajemen RS Prima Pekanbaru. Langkah ini diambil menyusul insiden tewasnya Muhammad Surya (25), seorang tenaga cleaning service, seusai ditemukan kritis di area lift barang rumah sakit tersebut pada Senin malam, 16 Februari 2026 lalu.
Ketua DPD LSM Penjara Indonesia Riau, Relas, menyatakan bahwa hingga kini informasi mengenai penyebab pasti kematian korban masih simpang siur. Pihaknya menduga adanya potensi pelanggaran Standard Operating Procedure (SOP) serta pengabaian aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan rumah sakit.
“Kami meminta transparansi. Publik dan keluarga berhak tahu kronologi sebenarnya. Jangan sampai ada kesan ditutup-tutupi,” ujar Relas kepada awak media, Jumat (27/2/2026).
Empat Poin Tuntutan
Dalam surat tersebut, LSM Penjara Indonesia mengajukan empat poin tuntutan utama kepada Direktur RS Prima Pekanbaru:
Penjelasan kronologis secara transparan kepada publik.
Bukti sertifikasi laik operasi lift barang yang menjadi lokasi kejadian.
Kepastian pemenuhan santunan dan asuransi sesuai UU Ketenagakerjaan.
Membuka akses penuh bagi kepolisian dan Disnaker untuk melakukan audit K3.
LSM Penjara Indonesia memberikan tenggat waktu 3×24 jam bagi pihak manajemen untuk memberikan tanggapan. Mereka menegaskan akan memantau kasus tersebut hingga tuntas dan diproses hukum jika ada unsur kelalaian dari pihak perusahaan.
Tanggapan Pihak Rumah Sakit
Menanggapi desakan tersebut, Humas RS Prima Pekanbaru, Sila R, S.Kom., memberikan penjelasan singkat saat dikonfirmasi oleh awak media. Ia menyatakan bahwa saat ini pihak rumah sakit bersifat kooperatif terhadap proses hukum yang berjalan.
“terkait kejadian ini sudah kita laporkan ke pihak kepolisian dan sedang di proses, mohon untuk satu pintu melalui pihak kepolisiam dan menunggu hasil dari pihak berwajib,” jawab Sila singkat, Jumat (27/02/2026).
Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bina Widya, Kompol Nusirwan, S.H. guna mengetahui perkembangan penyelidikan masih terus dilakukan. Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Bina Widya belum berhasil dikonfirmasi.
Insiden ini menjadi sorotan tajam mengingat standar keamanan rumah sakit seharusnya menjadi prioritas utama, tidak hanya bagi pasien tetapi juga bagi seluruh pekerja di dalamnya. (*/AH)











