Medan – Radargep.com || Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen. Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, serta berperan aktif menghadapi berbagai tantangan bangsa, mulai dari peredaran narkotika hingga kejahatan siber.
Pesan tersebut disampaikan Sonny saat memberikan orasi kebangsaan pada Wisuda Periode II Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Convention Hall Gedung Selecta, Medan, Rabu (28/10).
Berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Kapolda Sumut untuk mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman.
Sonny menegaskan, persatuan dan kesatuan merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas serta mendorong kemajuan Indonesia. Menurut dia, keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang dimiliki Sumatera Utara harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Jangan sampai kita dipecah belah, kita diprovokasi, negara kita ini terjadi perpecahan, karena Sumatera Utara ini adalah miniatur Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan agama,” ujarnya.
Ia menilai, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan politik dan ekonomi, tetapi juga mencakup ancaman narkotika, radikalisme, perdagangan orang, serta kejahatan siber yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Sonny, posisi geografis Sumatera Utara yang strategis dan berdekatan dengan jalur perdagangan internasional memberikan peluang bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, kondisi tersebut sekaligus menghadirkan tantangan keamanan, khususnya dalam mencegah kejahatan lintas negara dan peredaran narkotika.
Karena itu, ia menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Dukungan masyarakat, termasuk mahasiswa dan kalangan perguruan tinggi, sangat diperlukan untuk membangun lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.
“Polisi harus bersama masyarakat. Pusat kekuatan atau central of gravity kepolisian berada di tengah-tengah masyarakat,” kata Sonny.
Ia menjelaskan, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat upaya pencegahan berbagai persoalan sosial dan gangguan keamanan.
Dalam kesempatan tersebut, Sonny juga mengajak mahasiswa UMSU untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi turut menunjukkan kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar serta mengambil bagian dalam memberikan solusi.
Menurut dia, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Oleh sebab itu, ilmu pengetahuan, integritas, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan perlu berjalan beriringan agar para lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia berharap para wisudawan dapat menjadi bagian dari generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, menghormati perbedaan, menolak segala bentuk perpecahan, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara.
Wisuda UMSU Periode II Tahun 2026 pada hari kedua tersebut diikuti 905 wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Agama Islam, serta Fakultas Hukum. Secara keseluruhan, UMSU mewisuda 2.657 lulusan dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026.
Momentum wisuda yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda itu sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat nasionalisme perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian terhadap sesama, dan komitmen menjaga persatuan.
Kapolda Sumut berharap para lulusan UMSU dapat terus menebarkan nilai-nilai kebaikan di mana pun berkarya, memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman, serta berkontribusi dalam mewujudkan Sumatera Utara yang aman dan Indonesia yang maju menuju Indonesia Emas 2045.
( kaperwil // Dina kesuma )















