Home / Advertorial / Daerah / Nasional / Opini / Parlemen / Pemerintah / Pendidikan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Jelang Hari Ulos Dunia, MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fashion Modern, Dekranasda dan Dinas Pariwisata Medan Dorong Desainer Lokal ke Level Nasional

MEDAN –  Radargep.com || Dalam menyambut Hari Ulos Sedunia yang diperingati setiap 17 Oktober, Dinas Pariwisata Kota Medan berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, didukung Sun Plaza, menggelar Medan Fashion & Culture Festival (MFCF) 2026. Mengusung tema “Ulos in Innovation”, festival ini berlangsung selama enam hari, 13–18 Oktober 2026, di Main Atrium Sun Plaza, Jalan KH Zainul Arifin, Medan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan ulos sebagai warisan budaya Sumatera Utara yang terus berkembang mengikuti zaman, sekaligus membuka ruang promosi bagi desainer, perajin, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Ketua Dekranasda Kota Medan, Airin Rico Waas, mengatakan MFCF 2026 diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulos Sedunia. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari peragaan busana (fashion show), diskusi (talkshow), kompetisi, hingga penampilan artis.

“Dalam kegiatan ini, kami menampilkan para desainer dengan beragam rancangan busana berbahan tenun ulos. Selain itu, ada talkshow yang mengangkat berbagai topik tentang ulos dan dipandu desainer ulos terkenal, Bang Torang Sitorus,” ujar Airin, Selasa (13/10/2026).

Airin yang juga menjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan itu menjelaskan, festival ini turut menghadirkan belasan stan UMKM, termasuk butik Dekranasda Kota Medan.

Menurutnya, Dekranasda berperan sebagai wadah bagi para perajin, pelaku UMKM, desainer busana, serta pengrajin ulos untuk mengembangkan kreativitas dan memperluas pemasaran produk lokal.

Ulos Tak Lagi Terbatas pada Acara Adat

Airin menegaskan, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan inovasi agar warisan tradisional tetap relevan dan dapat diterima oleh generasi muda.

Ia mencontohkan ulos yang dahulu lebih identik dengan kegiatan adat dan seremoni, seperti pernikahan, kini mulai dikembangkan menjadi busana dan produk wastra yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

“Ulos sekarang sudah banyak inovasinya. Salah satunya yang saya kenakan hari ini, ulos yang sudah diolah menjadi wastra sehingga bisa dipakai dalam kegiatan sehari-hari, termasuk saat bertemu teman atau kerabat. Jadi, ulos tidak harus diperkenalkan hanya dalam acara adat atau seremoni,” jelasnya.

Ia berharap inovasi tersebut mampu meningkatkan nilai tambah ulos sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para perajin dan pelaku industri kreatif di Kota Medan.

Dalam rangkaian MFCF 2026, panitia juga menjadwalkan kehadiran desainer senior Edward Hutabarat pada Sabtu (17/10/2026). Kehadirannya diharapkan menjadi kesempatan bagi desainer lokal untuk bertukar gagasan dan memperoleh wawasan dari pelaku industri fashion berpengalaman di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapan kami, para desainer Kota Medan bisa bertemu dengan desainer tingkat nasional untuk berbagi pengalaman. Saya ingin dunia desain busana di Kota Medan semakin berkembang, naik ke tingkat nasional, bahkan kalau bisa ke tingkat internasional,” ungkap Airin.

Dorong Ekosistem Ekonomi Kreatif dari Hulu ke Hilir

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, menyampaikan bahwa MFCF 2026 berlangsung selama enam hari dengan rangkaian kegiatan berupa talkshow, fashion show, kompetisi, keterlibatan desainer nasional dan lokal, serta penampilan artis.

Menurut Odi, kegiatan tersebut melibatkan Dekranasda Kota Medan, desainer, pelaku pariwisata, dan berbagai pihak lainnya. Kolaborasi itu diharapkan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi perkembangan ekonomi kreatif daerah.

“Kegiatan ini berlangsung enam hari, tetapi tentunya kita berharap dampaknya berjangka panjang. Semoga muncul desainer-desainer baru yang mau bersinergi, naik ke level lebih tinggi, semakin dikenal masyarakat, dan produknya semakin dicari. Salah satu tempat untuk mengenal produk tersebut adalah Dekranasda Kota Medan,” kata Odi.

Ia menjelaskan, industri fashion memiliki keterkaitan dengan banyak sektor. Desainer membutuhkan perajin, perajin membutuhkan bahan baku, sementara proses produksi dan pemasaran turut melibatkan pelaku usaha lainnya.

Karena itu, menurut Odi, pengembangan industri fashion berbasis budaya perlu didukung ekosistem yang menghubungkan proses produksi hingga pemasaran produk.

Ia turut menyoroti keberadaan Dekranasda Kota Medan dan Galeri Mustika Deli di Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai bagian dari upaya memperluas ruang promosi dan pemasaran produk kerajinan lokal.

“Dengan adanya Dekranasda, Galeri Mustika Deli di MPP, serta akses pemasaran produk, diharapkan terbentuk dampak dari hulu hingga hilir. Berawal dari sini, semoga ke depan kegiatan ini semakin besar dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Desainer Sambut Kolaborasi Pelestarian Budaya

Desainer mode sekaligus pegiat budaya, Torang Sitorus, menyambut baik penyelenggaraan MFCF 2026. Ia menyebut telah berkecimpung di dunia desain selama 33 tahun dan menilai kolaborasi dengan Dekranasda Kota Medan dalam momentum Hari Ulos Sedunia menjadi ruang untuk terus memperkenalkan kekayaan budaya melalui karya kreatif.

“Kegiatan ini sudah beberapa kali diadakan dan sekarang berkolaborasi dengan Dekranasda Medan, bertepatan dengan Hari Ulos Sedunia,” katanya.

Penyelenggaraan MFCF 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peragaan busana semata. Keberlanjutan pembinaan desainer, keterlibatan perajin ulos, perluasan pemasaran produk, serta manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku UMKM menjadi aspek penting untuk memastikan festival ini memberikan dampak nyata

Melalui tema “Ulos in Innovation”, MFCF 2026 membawa pesan bahwa pelestarian budaya tidak harus terpaku pada bentuk tradisional, tetapi dapat berkembang melalui kreativitas tanpa meninggalkan nilai dan identitas yang terkandung di dalamnya.

Dengan demikian, ulos diharapkan tidak hanya bertahan sebagai simbol budaya, tetapi juga semakin dikenal sebagai karya wastra bernilai yang mampu memperkuat identitas Sumatera Utara sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan industri fashion lokal.

 

( Tim )

Share :

Baca Juga

Daerah

UMKM Binaan EMP Bentu dan EMP Energi Riau Tampil di Helat Pelalawan ke-27, Kenalkan Sambal Salai Motu hingga Teh Daun Kelor

Advertorial

Majelis Komisi Nyatakan Para Terlapor Tidak Terbukti Melanggar Pasal 22 Dalam Perkara Tender Geomembrane PHR

Advertorial

Siak Run & Half Marathon 2026 Segera Digelar, Bupati Afni Minta Kesiapan Akomodasi Dimaksimalkan

Daerah

Polisi Bantu Warga Terdampak Banjir di Langkat, Salurkan Bantuan dan Atur Lalu Lintas

Advertorial

Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Gubernur Perkuat Kolaborasi Jaga Kondusivitas Sumatera Utara

Daerah

Kapolda Sumut Silaturahmi ke Kejati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Daerah

Kapolres Langkat pimpin sertijab Kasat Reskrim, Kasat Narkoba dan Kapolsek

Daerah

Tim Libas Polres Binjai Gagalkan Rencana Tawuran, 9 Remaja Diamankan Bersama Senjata Tajam