MEDAN | RADARGEP.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan meluncurkan sistem Layanan Kunjungan Otomatis Terpadu (LAKOSTE). Inovasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi pendaftaran kunjungan dan penitipan barang bagi keluarga warga binaan.
Melalui sistem LAKOSTE, masyarakat dapat mencetak nomor antrean secara mandiri (self-service) untuk layanan kunjungan langsung maupun penitipan barang. Setelah mencetak nomor, pengunjung cukup menunggu panggilan otomatis melalui pengeras suara, mirip dengan sistem antrean di perbankan.
Sistem ini melengkapi layanan yang sudah ada sebelumnya, seperti Sistem Layanan Informasi Satu Meja (SILISMA) dan layanan kunjungan daring (online).
Pihak Rutan Kelas I Medan menegaskan bahwa seluruh alur pendaftaran hingga proses kunjungan tidak dipungut biaya atau gratis. Hal ini dilakukan untuk mencegah praktik pungutan liar (pungli) dan menjaga integritas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Selain untuk bertatap muka, area pendaftaran juga difungsikan sebagai pusat informasi melalui SILISMA. Pengunjung dapat berkonsultasi mengenai hak-hak warga binaan, seperti prosedur Pembebasan Bersyarat (PB) maupun Cuti Bersyarat (CB).
Seorang pengunjung bernama Tince memberikan respons positif terkait efisiensi sistem baru ini. “Dengan adanya LAKOSTE, proses daftar kunjungan semakin mudah, sudah seperti antre di bank. Pelayanannya tidak dipungut biaya dan petugasnya responsif,” ujarnya.
Langkah digitalisasi layanan ini merupakan implementasi dari 15 Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS). Program tersebut menitikberatkan pada penguatan pelayanan publik, peningkatan integritas aparatur, serta pemenuhan hak masyarakat secara transparan.
Pihak Rutan menyatakan akan terus mengevaluasi alur layanan agar tetap tertib dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat yang datang berkunjung. (**/Dina Kesuma)














