Home / Hukum / Pekanbaru / TNI/Polri

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:05 WIB

Oknum Bhayangkari di Pekanbaru Jadi Tersangka Penipuan Kredit HP, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

PEKANBARU | RADARGEP.COM – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru menetapkan seorang perempuan berinisial CN (40) sebagai tersangka kasus dugaan penipuan kredit elektronik. Tersangka yang merupakan oknum anggota Bhayangkari ini diduga melakukan penipuan yang mengakibatkan puluhan warga merugi hingga Rp1,5 miliar.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Anggi Dian Syahputra, mengonfirmasi bahwa tersangka telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Yang bersangkutan sudah kami tahan. Saat ini penyidik masih fokus memeriksa saksi dan korban guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang terjadi,” ujar Anggi, Sabtu (21/2/2026).

Modus Operandi: Kredit di Dalam Mobil

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, dugaan penipuan ini terjadi pada periode April hingga Mei 2024. Adapun modus yang dijalankan tersangka meliputi:

  • Penawaran Jasa: Tersangka menawarkan bantuan kepada warga untuk mendapatkan iPhone melalui skema kredit.

  • Lokasi Transaksi: Proses pengajuan kredit dilakukan secara tertutup di dalam mobil milik tersangka dengan melibatkan beberapa tenaga penjual (sales).

  • Manipulasi Kepercayaan: Pada tahap awal, tersangka sempat membayarkan cicilan selama beberapa bulan agar korban tidak menaruh curiga.

Identitas Korban Digunakan di Berbagai Platform

Setelah kepercayaan terbangun, tersangka diduga meminta korban mengajukan kredit baru melalui berbagai platform pembiayaan seperti Home Credit, Akulaku, Kredivo, dan Indodana.

Identitas para korban digunakan untuk transaksi pembelian ponsel pintar (HP) bernilai tinggi. Namun, tersangka diduga tidak melanjutkan pembayaran cicilan tersebut. Akibatnya, tagihan membengkak dan dibebankan kepada para korban, sementara perangkat yang dibeli dikuasai oleh tersangka.

Potensi Korban Bertambah

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa angka kerugian Rp1,5 miliar tersebut masih bersifat sementara.

“Penyidik masih terus melakukan pendalaman dan membuka peluang adanya tambahan korban seiring berjalannya proses penyidikan,” pungkas Anggi. Polisi mengimbau bagi warga yang merasa menjadi korban dalam skema serupa untuk segera melapor ke Mapolresta Pekanbaru. (*/Red)

Share :

Baca Juga

Daerah

8 Paket Sabu 4,67 Gram Diamankan, Satresnarkoba Polres Binjai Tangkap Terduga Pengedar di Binjai Barat

Daerah

Polres Taput Tangkap Pria Diduga Pengedar Sabu, Disimpan di Dalam Topi

Daerah

Banjir Rendam Jalan Sumor bor-Tanjung Selamat, Polsek Padang Tualang Sigap Atur Lalu Lintas

Daerah

Polda Sumut Intensifkan Penindakan, 28 Kasus Curat dan 29 Tersangka Diungkap dalam 24 Jam

Daerah

Satresnarkoba Polres Binjai Bekuk Empat Terduga Bandar Narkoba, Sita Sabu dan Ekstasi

Daerah

Cegah 3C dan Balap Liar, Polres Langkat Perkuat Patroli Malam

Daerah

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

Daerah

Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital