MERANTI | RADARGEP.COM – Sejumlah elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), insan pers, himpunan mahasiswa, serta persatuan buruh di Kabupaten Kepulauan Meranti mendesak PT Pelindo (Persero) untuk bertanggung jawab atas kerusakan jalan di sepanjang akses menuju Pelabuhan 1 Tanjung Harapan, Selatpanjang.
Kerusakan jalan yang diperkirakan sepanjang kurang lebih 300 meter dengan lebar 6 meter tersebut telah dikeluhkan warga dan para pengguna jalan sejak lama. Kondisi jalan yang berlubang dinilai kerap memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi para buruh bongkar muat dan pengendara yang melintas saat musim hujan.
Perwakilan media dan aktivis lokal, Hentino, mengungkapkan bahwa persoalan infrastruktur jalan menuju pelabuhan ini sudah berlangsung puluhan tahun tanpa adanya penanganan dan perawatan yang signifikan dari pihak pengelola.
“Masyarakat dan para pekerja buruh di Pelabuhan 1 Pelindo Selatpanjang sangat mengharapkan kepastian perbaikan jalan. Mengingat jalan ini merupakan akses vital aktivitas bongkar muat, sudah sepatutnya pihak pengelola memberikan perhatian serius terhadap lingkungan sekitar,” ujar Hentino, Minggu (9/8/2026).
Aliansi masyarakat juga menyoroti berbagai pungutan atau kutipan biaya jasa kepelabuhanan yang selama ini dikelola oleh pihak Pelindo. Menurut mereka, dari berbagai aktivitas ekonomi yang berjalan, kontribusi nyata terhadap pemeliharaan infrastruktur jalan penunjang dinilai masih minim.
Selain itu, warga membandingkan kecepatan pembangunan infrastruktur di dalam kawasan pelabuhan—seperti proyek reklamasi untuk dermaga domestik—dengan lambatnya penanganan infrastruktur jalan di luar gerbang pelabuhan yang langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat umum.
Menanggapi desakan ini, gabungan organisasi kemasyarakatan dan elemen buruh berencana membawa persoalan tersebut secara resmi ke tingkat pusat, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar aspirasi perbaikan infrastruktur jalan tersebut mendapat perhatian dari kementerian terkait maupun manajemen pusat PT Pelindo (Persero).
Masyarakat berharap PT Pelindo dapat segera mengambil langkah konkret, baik melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun alokasi pemeliharaan, demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat serta para pekerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Harapan.
(**/Hentino)














