Home / Hukum / TNI/Polri

Senin, 24 November 2025 - 19:38 WIB

Aktivis HAM Desak Polres Madina Segera Tuntaskan Kasus Kekerasan Anak di Bawah Umur

Foto: Aktivis hak asasi manusia dan pemantau peradilan independen, Arifin Wardiyanto.

Foto: Aktivis hak asasi manusia dan pemantau peradilan independen, Arifin Wardiyanto.

MADINA | RADARGEP.COM – Aktivis hak asasi manusia dan pemantau peradilan independen, Arifin Wardiyanto, meminta penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, untuk segera menuntaskan penanganan perkara dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan telah berjalan lebih dari satu tahun.

Permintaan tersebut merujuk pada dua Laporan Polisi (LP) yang terdaftar di Polres Mandailing Natal:

  1. LP/B/219/VIII/2024/SPKT/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 15 Agustus 2024.

  2. LP/B/255/IX/2024/SPKT/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 13 September 2024.

Foto: Sony Tehe, Orang tua korban kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Kekecewaan Orang Tua Korban

Sony, orang tua dari korban, menyatakan rasa kecewa yang mendalam terhadap institusi Polri, khususnya Polres Mandailing Natal, karena lambannya penanganan laporannya.

“Kami sangat kecewa dengan proses yang berjalan lamban ini. Padahal, kasus kekerasan terhadap anak seharusnya menjadi atensi serius dari negara dan aparat penegak hukum,” ujar Sony.

Menurutnya, penanganan kasus yang berlarut-larut tidak hanya merugikan proses hukum, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis anak dan keluarga.

Aduan Terhadap Kinerja Penyidik

Terkait lambannya penanganan, Arifin Wardiyanto sebelumnya telah melayangkan aduan kepada Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam) Polri pada tanggal 19 September 2024. Aduan tersebut menyoroti dugaan ketidakprofesionalan penyidik Satreskrim Polres Mandailing Natal dalam menangani perkara kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut.

Tindak lanjut dari aduan ini, pada tanggal 20 Oktober 2024, Kadivpropam Polri melimpahkan perkara ke Biro Pengawasan Penyidikan (Birowassidik) Bareskrim Polri. Pelimpahan ini bertujuan agar penanganan kasus ini ditelaah dan ditindaklanjuti secara bersama-sama oleh Itwasum Polri, Bareskrim Polri, dan Divpropam Polri. (*/SN)

Share :

Baca Juga

TNI/Polri

Situasi Terkini Longsor Parsikaman KM 38: Akses Terputus Total, Tim Bid TIK Polda Sumut Lakukan Pemantauan Udara

TNI/Polri

Distribusi Logistik Dipacu, Helikopter Kargo Dikerahkan, Polri Fokus Selamatkan Korban Bencana

TNI/Polri

Polri Hadirkan Keceriaan Anak-Anak Korban Bencana Lewat Trauma Healing di Taput

TNI/Polri

Wakapolri Tinjau Bencana Aceh-Sumatera: Pastikan Pemulihan Layanan Polres dan Percepatan DVI

TNI/Polri

Akses Tarutung, Sibolga Mulai Terbuka, Polda Sumut Turun Percepat Pemulihan Pasca Longsor

TNI/Polri

Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Terapkan Contra Flow Akibat Banjir 1 Meter di Ruas Tol Arah Belawan

TNI/Polri

Brimob Polda Sumut Lanjutkan Pencarian Korban dan Evakuasi Warga Terdampak Banjir Garoga

TNI/Polri

Polda Sumut Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Aceh Tamiang yang Terisolir Banjir