SELATPANJANG | RADARGEP.COM — Masyarakat setempat bersama Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), Lembaga Pemantau Kinerja Pemerintah (LP2KP), Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menuntut komitmen PT Pelindo (Persero) terkait kondisi infrastruktur jalan di kawasan Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, yang dinilai luput dari perhatian serius selama bertahun-tahun.
Hentino, Kepala Biro Kepulauan Meranti media Radargep.com sekaligus pekerja di kawasan pelabuhan tersebut, mengungkapkan bahwa akses jalan menuju pelabuhan bongkar muat Tanjung Harapan mengalami kerusakan parah dan tidak kunjung mendapatkan perbaikan berarti.
“Aktivitas keluar masuk kendaraan dan angkutan barang setiap hari melintasi jalan ini. Kondisi jalan yang rusak membuat para pengguna jalan, khususnya buruh dan masyarakat, harus ekstra berhati-hati,” ujar Hentino, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, kerusakan jalan ini tidak hanya memicu kerawanan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga merugikan para buruh angkut. Banyak gerobak pengangkut barang milik buruh yang mengalami kerusakan akibat melintasi jalur yang tidak layak tersebut.
Di sisi lain, perwakilan masyarakat dan buruh juga menyoroti transparansi kutipan atau retribusi yang selama ini ditarik oleh pihak PT Pelindo, mulai dari biaya sharing pelabuhan, uang pas, hingga biaya kebersihan. Warga menilai pungutan tersebut belum diimbangi dengan alokasi perawatan infrastruktur jalan yang memadai.
Masyarakat Meranti dan para buruh berharap pihak PT Pelindo bersama Pemkab Kepulauan Meranti dapat membuka ruang dialog atau memberikan kepercayaan kepada masyarakat lokal untuk turut serta dalam pengelolaan dan pemeliharaan jalan secara transparan, yang sekaligus dapat membuka peluang kesejahteraan bagi warga sekitar.
Selain masalah jalan, warga juga menyampaikan kekecewaan terkait kontrasnya pembangunan di kawasan pelabuhan. Mereka mencatat bahwa renovasi terminal domestik dapat diselesaikan dengan cepat, sementara fasilitas pendukung seperti perbaikan jalan, penataan kawasan, dan penerangan lampu jalan di akses menuju Pelabuhan Tanjung Harapan dinilai masih minim dan gelap, sehingga dikeluhkan membahayakan pengguna jalan pada malam hari.














