BINJAI | RADARGEP.COM – Menanggapi maraknya aksi pembegalan dan kejahatan jalanan di Kota Binjai, jajaran Polres Binjai resmi membentuk tim khusus (timsus) anti-begal. Langkah ini diambil menyusul kasus pembegalan sadis yang menimpa seorang pelajar di wilayah Binjai Barat baru-baru ini.
Kapolres Binjai, AKBP Mirzal Maulana, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Namun, ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh opini yang menyebutkan situasi kota tidak kondusif.
“Tolong jangan di-framing dari satu atau dua kejadian seolah-olah Binjai tidak aman. Kami berempati terhadap korban kejahatan dan kami berkomitmen terus menjaga Kota Binjai,” tegas Mirzal pada Senin (11/5/2026).
Langkah Preventif dan Penegakan Hukum
Mirzal menjelaskan bahwa Polres Binjai bersama polsek jajaran telah rutin melaksanakan patroli gabungan pada jam-jam rawan selama beberapa pekan terakhir. Patroli ini menyasar berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari:
Aksi balap liar dan geng motor.
Penggunaan knalpot brong.
Kenakalan remaja yang berpotensi mengarah ke tindak pidana.
“Patroli gabungan ini cukup efektif mencegah kejahatan jalanan agar tidak berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih berat,” ujarnya.
Pembentukan Tim Khusus
Selain langkah preventif, penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan jalanan terus ditingkatkan. Tim khusus anti-begal yang baru dibentuk akan fokus melakukan pengejaran secara intensif terhadap para pelaku.
“Saat ini saya membentuk tim khusus anti-begal yang akan memburu (hunting) para pelaku di Kota Binjai. Tidak ada ruang bagi pelaku untuk bermain di wilayah hukum kami,” kata Kapolres.
Imbauan kepada Masyarakat
Menutup keterangannya, AKBP Mirzal Maulana mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri demi meminimalisir peluang terjadinya kejahatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar hati-hati di jalan. Bila memarkirkan sepeda motor, pastikan di tempat yang aman dan diawasi, jangan memarkir sembarangan di teras atau halaman tanpa pengamanan tambahan,” tambahnya.
Ia juga berpesan agar warga bisa menjadi pengawas bagi diri sendiri. “Jadilah polisi bagi diri sendiri, artinya selalu waspada di mana pun dan kapan pun berada,” pungkasnya.
(**/Dina Kesuma)














