Home / Pekanbaru / Pendidikan

Selasa, 28 April 2026 - 18:57 WIB

Aliansi Mahasiswa ‘AMPUN’ Unjuk Rasa di Rektorat Unilak, Pertanyakan Transparansi Anggaran

PEKANBARU | RADARGEP.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unilak (AMPUN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning (Unilak), Selasa (28/4/2026). Massa menuntut transparansi rektorat terkait sejumlah kebijakan keuangan dan proyek pembangunan di lingkungan kampus.

Koordinator Lapangan, Ahmad Nasir Harahap, menyatakan bahwa aksi ini dipicu oleh kebijakan kampus yang dinilai kurang terbuka sehingga memicu keresahan di kalangan mahasiswa.

“Kami meminta pihak rektorat membuka secara rinci dan akuntabel komponen biaya wisuda, termasuk dasar penetapan harga baju toga yang kami nilai tidak sesuai standar,” ujar Nasir saat diwawancarai awak media di sela aksi.

Selain masalah biaya wisuda, aliansi mahasiswa ini membawa lima tuntutan utama dalam orasinya:

  1. Audit Proyek Turap: Mendesak rektorat membuka anggaran pembangunan turap yang kerap mengalami kerusakan dan meminta dilakukan audit independen.

  2. Evaluasi Kualitas Bangunan: Meminta pertanggungjawaban atas kualitas fisik bangunan kampus yang dinilai tidak sesuai standar.

  3. Kenaikan SPP: Menuntut penjelasan resmi terkait kenaikan uang SPP tahun 2025 yang dianggap memberatkan mahasiswa.

  4. Transparansi Keuangan: Mendesak penerapan prinsip akuntabilitas dalam setiap kebijakan keuangan dan fasilitas kampus.

  5. Gedung Serbaguna: Meminta penjelasan terkait proyek gedung serbaguna yang diduga menelan anggaran sekitar Rp10 miliar, termasuk proses penunjukan vendor.

Jenderal Lapangan aksi, Willy Robinson, menyayangkan sikap pihak rektorat yang belum menemui massa untuk memberikan klarifikasi langsung hingga aksi berakhir.

“Jika tidak ada tanggapan, kami berencana melakukan aksi lanjutan saat pelaksanaan wisuda di Labersa dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Willy.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rektorat Universitas Lancang Kuning belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi terkait tuntutan mahasiswa tersebut terus dilakukan oleh awak media guna memastikan keberimbangan informasi. (*/Irwan)

Share :

Baca Juga

Warga bersama Kapolsek Rumbai dan TNI melakukan kerja bakti Green Policing di Perumahan Bumi Rumbai Permai.

Pekanbaru

Sukses! Gotong Royong Green Policing RT 01/RW 13 Perkuat Sinergi Warga, Polri, dan TNI
SPBU Pekanbaru lokasi insiden penganiayaan operator

Hukum

Oknum Operator SPBU Arogan Aniaya Pelanggan di Pekanbaru, Berujung Laporan Polisi
Warga antusias memadati area perayaan HUT ke-242 Pekanbaru saat berlangsungnya Festival Kue Talam Ketan Durian

Advertorial

Spektakuler! HUT ke-242 Pekanbaru, Semangat KolaborAksi Membangun Kota Lebih Maju
Pelayanan Puskesmas Umban Sari ditingkatkan melalui apel rutin oleh Predy, S.KM., M.Kes.

Pekanbaru

Pelayanan Puskesmas Umban Sari Tingkatkan Kualitas melalui 1 Agenda Apel Rutin Strategis

Pendidikan

Tuntut Hak Pendidikan, Puluhan Mahasiswa NTT Gelar Aksi Damai di Universitas Bunda Thamrin

Advertorial

Satu Persatu Janji Terealisasi, Kepemimpinan Agung-Markarius Bawa Transformasi Nyata bagi Pekanbaru

Pekanbaru

Pemilihan Ketua RT 01 RW 13 Kelurahan Sri Meranti Kecamatan Rumbai Berjalan Sukses

Pekanbaru

Kawal Keluhan Warga Tangkerang Barat, DPD LSM Penjara Indonesia Apresiasi Penutupan Sementara SPPG MBG