SELATPANJANG | RADARGEP.COM – Momentum Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan kembali arah pembangunan daerah. Bagi sebagian masyarakat di wilayah pesisir, seperti Kabupaten Kepulauan Meranti, esensi otonomi dan kemajuan daerah kerap diukur dari hal-hal yang mendasar: keterjangkauan akses transportasi, efisiensi biaya logistik, serta keadilan pelayanan publik antara wilayah daratan dan kepulauan.
Kendati perayaan HUT Riau berlangsung meriah, sejumlah catatan mengenai disparitas pembangunan masih menjadi sorotan warga setempat. Salah satu isu yang kerap dikeluhkan adalah belum optimalnya konektivitas antarwilayah, termasuk kelanjutan pembangunan infrastruktur jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian lokal.
Bagi masyarakat kepulauan, jembatan memegang fungsi strategis. Infrastruktur ini bukan sekadar sarana fisik penghubung daratan, melainkan jalur utama pergerakan hasil komoditas perkebunan, hasil laut, distribusi bahan pokok, hingga akses mobilitas warga menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Ketika akses penyeberangan mengalami kendala, implikasinya langsung dirasakan pada sektor ekonomi. Warga menilai hambatan infrastruktur berpotensi mendongkrak biaya logistik serta memperlambat waktu tempuh perjalanan antarkecamatan maupun antarpulau.
Menanti Langkah Konkret Pemerintah
Menanggapi berbagai persoalan infrastruktur yang ada, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait terus menghadapi tantangan besar dalam hal penganggaran dan skala prioritas pembangunan, mengingat luasnya wilayah kepulauan di Riau yang membutuhkan uluran tangan anggaran yang tidak sedikit.
Pemerataan pembangunan yang berkeadilan tentu menjadi harapan jangka panjang masyarakat Kepulauan Meranti. Warga mendambakan adanya solusi nyata dari pemerintah—baik kabupaten maupun provinsi—agar fasilitas jalan dan jembatan dapat segera direalisasikan secara bertahap, transparan, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, perayaan hari jadi daerah tidak hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan, tetapi juga momentum pembuktian bahwa kehadiran negara dirasakan secara nyata hingga ke pulau-pulau terluar. (**/Hentino)














